REFLEKSI 53 TAHUN PDI PERJUANGAN ; MENGUNGKAP TABIR DAN MELURUSKAN KEMBALI SEJARAH

Media Suara Demokrasi - Nasional,
Refleksi 53 tahun PDI Perjuangan, mengungkap tabir dan meluruskan kembali sejarah yang direkayasa dalam operasi intelijen yang terstruktur, terorganisir, terencana sistematis dan masif saat Rezim Soeharto atau Orde Baru berkuasa serta demi mempertahankan eksistensinya dalam melanggengkan kekuasaan hingga akhirnya tumbang di era reformasi. 
Berikut tulisan Hermawan Syarif, mantan Invest Intel Kontraktor VALE SA. dan aset Unit 2 Intel Rem 142 Tatag. Saat ini merupakan Komandan SATGAS Cakra Buana dan Cyber Threats And Social Media Management System (Tim Cyber Multimedia) DPC PDI Perjuangan Kota Parepare Periode 2025-2030.
Hermawan (Komandan SATGAS Cakra Buana dan Cyber Threats And Social Media Management System / Team Cyber Multimedia, DPC PDI Perjuangan Kota Parepare)

Sejarah PDI Perjuangan seiring sejarah perjuangan Bung Karno dan Ibu Megawati yang pada berakar Partai Nasional Indonesia atau PNI yang di dirikan oleh Bung Karno pada 4 Juli 1927 dalam semangat memperjuangkan kemerdekaan. PNI menjadi pemain kunci dalam banyak peristiwa penting di Indonesia termasuk salah satunya adalah Sumpah Pemuda 1928. Bung Karno dan PNI saat itu mampu menjadi motor penggerak dalam membangkitkan kesadaran nasional. 

Pasca Proklamasi 17 Agustus 1945, PNI selalu hadir dalam agenda-agenda persatuan nasional, rakyat menerima serta memenangkan Pemilu 1955 adalah bukti bahwa PNI dan Bung Karno di cintai rakyat. 
Pada 1973 Rezim Soeharto melakukan penggabungan partai-partai atau Fusi Partai Politik, PNI merupakan salah satu korban Fusi tersebut untuk memudahkan Rezim Soeharto mengontrol partai tersebut. PNI dan empat lainnya dilebur jadi satu, kelima partai yang salah satunya adalah Partai Nasional Indonesia (PNI) yang merupakan Partai berideologi nasionalis yang menjadi kekuatan utamanya, ada Partai Katolik yang merupakan keterwakilan kalangan Katolik, Partai Kristen Indonesia (Parkindo) mewakili kalangan Kristen Protestan, Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) merupakan Partai dengan basis massa veteran pejuang dan Partai Murba yang merupakan Partai dengan ideologi Marhaenis melahirkan satu partai yakni Partai Demokrasi Indonesia yang di singkat PDI. 

Selama 5 kali pemilu di era Orde Baru dari 1977 hingga 1997, PDI ditempatkan oleh penguasa diperoleh kursi terkecil. Kurang lebih 25 tahun pola operasi senyap intelijen dengan dalih  pengendalian keamanan nasional yang secara terstruktur, terorganisir, terencana, sistematis dan masif telah mendeskriditkan Ideologi Bung Karno dengan narasi terselubung bahwa PDI adalah komunis, padahal PDI merupakan partai nasionalis banyak orang takut memilih PDI, takut dicap KIRI. Operasi senyap intelijen di era Orde Baru tidak membiarkan struktur strukturnya berkembang, kepengurusannya di batasi hanya ditingkat Kabupaten Kota, partai ini banyak di operasi penguasa di era Orde Baru, mulai dari desain konflik internal hingga disusupi kader-kader binaan Orde Baru.

Era Reformasi yang menjadi momentum tranformasi organisasi di tahun 1999 dari PDI menjadi PDI Perjuangan adalah langkah strategis partai, didorong semangat Bung Karno dan dijalankan lewat kepemimpinan politik yang kuat dari Megawati Soekarnoputri. Kemudian menjadi pembuktian dari 6 kali Pemilu di era Reformasi, PDI Perjuangan menang 4 kali di mulai pada 1999, 2014, 2019 dan 2024. Partai dengan usia 53 tahun memiliki pengalaman menghadapi segala macam cuaca politik, badai serangan dan kekurangan logistik dalam berjuang telah dilewati, ketahanan partai telah diuji di segala medan pertarungan politik jadi tidak ada alasan tidak merayakan bahwa semangat PDI Perjuangan adalah semangat para kader, simpatisan dan konstituen yang selalu setia digaris perjuangan partai. (msd/tcmm/***)